Gangguan Ginjal

October 30, 2010

Ginjal berfungsi untuk mengatur keseimbangan air, mengatur konsentrasi garam dalam darah, keseimbangan asam basa, dan pengeluaran bahan buangan. Ginjal berperan menentukan bahan-bahan yang harus disimpan dan yang harus dikeluarkan dari tubuh (Soenanto &Kuncoro 2003). Setiap tetes cairan didalam tubuh dikontrol oleh ginjal. Dengan kata lain, ginjal merupakan alat yang sangat penting untuk pembentukan air kemih dan produksi sel darah merah yang dibutuhkan tubuh. Ginjal yang sehat biasanya mampu mengeluarkan semua bahan kimia yang tidak terpakai oleh tubuh jika didalam tubuh cukup air. Jika terjadi ganggian pada ginjal, baik langsung maupun tidak langsung dapat mengganggu berbagai sistem dan organ tubuh lain.

Batu Ginjal

Menurut Coe (2003) dalam Nurhayati (2005), batu ginjal adalah partikel padat seperti kerikil yang terdapat di berbagai bagian dari sistem kemih. Terbentuk akibat kelebihan garam di dalam aliran darah yang kemudian mengkristal di ginjal. Ukuran dan bentuk batu bermacam-macam, berkisar dari partikel sangat kecil yang dapat lewat tanpa diketahui sampai batu yang berukuran sekitar 5 cm. Batu ginjal banyak dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan makanan. Konsumsi makanan dan minuman yang kurang higienis memacu terjadinya air seni yang pekat, sehingga memudahkan terbentuknya infeksi atau kristal batu pada kandung kemih (Angga 2002 dalam Nurhayati 2005).

Gejala Batu Ginjal

  • Pinggang terasa nyeri dan pegal-pegal
  • Nyeri punggung (kolik renalis),
  • Mual dan muntah,
  • Perut menggelembung,
  • Demam dan menggigil
  • Terdapat darah di dalam air kemih.

Jenis-jenis penyakit batu ginjal

  1. Batu Kalsium

Batu ginjal yang disebabkan oleh kelebihan asupan kalsium. Biasanya pada penderita penyakit ini terjadi hiperkalsiuria (terdapat kalsium dalam urin, >200 mg/hari) (Mufidasari 2009). Pencegahan batu ginjal dapat dilakukan dengan cara mengurangi asupan kalsium.

2. Batu Urat

Batu urat terjadi karena peningkatan kadar asam urat di dalam tubuh. Asam urat merupakan hasil akhir metabolisme purin. Peradangan pada usus dan  diare dapat menimbulkan terbentuknya batu urat karena urin akan menjadi lebih asam yang disebabkan oleh dehidrasi serta hilangnya bikarbonat.

3. Batu Struvite

Batu struvite terdiri dari magnesium, ammonium, fosfat, dan karbonat. Batu struvite dikenal dengan batu infeksi. Batu ini lebih berpotensi pada wanita daripada pada pria dengan perbandingan 2:1. Pembentukan batu struvite disebabkan karena  adanya bakteri seperti Pseudomonas, Klebsiella, Proteus mirablis, dan Urealyticum. Bakteri ini memecah urea menjadi ammonia yang pada akhirnya meningkatkan pH urin dan kadar karbonat (Mahan & Stump 2000).

  1. Batu Sistin

Batu ginjal dapat berasal dari sistin (1-2%) dan disebabkan oleh homozygous cystinuria. Normalnya setiap individu mengekresikan sistin sebesar 20 mg/hari atau kurang pada urin. Pembentukan batu sistin terjadi jika ekskresi sistin lebih dari 250 mg/hari. Daya larut sistin meningkat jika pH urin 7. Oleh karena itu, pH urin harus dijaga 24 jam setiap hari, walaupun dalam keadaan tidur. Minum air lebih dari 4 L per hari dianjurkan untuk mencegah proses pengkristalan sistin. Diet rendah sodium sangat bermanfaat untuk menurunkan kadar sistin dalam urin (Mahan & Stump 2000).

Penatalaksanaan Medis

  • Terapi Diuretik
  • Pembedahan
  • Pengobatan tradisional
  • Penembakan dengan ESWL

(Extracorporeal  Shock Wave Litrotripsi)

Gagal Ginjal

  1. Gagal Ginjal Akut

Gagal ginjal akut adalah penurunan fungsi ginjal secara tiba-tiba sehingga kedua ginjal tidak mampu mengekskresikan produk-produk sisa tubuh (misalnya ureum, kreatinin, kalium) yang menumpuk dalam darah. Sindrom ini sering ditemukan lewat peningkatan kadar kreatinin , ureum serum, disertai dengan penurunan output urin. Gagal ginjal akut juga ditandai oleh penurunan yang cepat pada laju filtrasi glomerolus (Glomerator Filtration Rate (GFR)) dalam waktu beberapa hari sampai beberapa minggu disertai akumulasi dari zat sisa metabolisme nitrogen (Betz C L dan Sowden L A 2004).

Gejala dari gagal ginjal akut termasuk hal-hal yang menjadi faktor pencetus (misalnya shock, sepsis) dan hal-hal yang merupakan akibat dari gagal ginjal itu sendiri seperti kelebihan cairan, mual, malaise, dan ensefalopati. Penyebab dari gagal ginjal akut adalah hipoperfusi pada bagian prerenal; kerusakan glomerular, kerusukan tubular, dan kenaikan vascular pada bagian renal; tumor primer, tumor sekunder, bekuan darah, obstuksi kandung kemih, dan infestasi (cacing) pada bagian postrenal.

  1. Gagal Ginjal Kronik

Gagal ginjal kronik (GGK) adalah kemunduran fungsi ginjal ireversebel yang terjadi beberapa bulan atau tahun. Penyakit ginjal terminal (end stage renal desease, ESRD) merupakan kelanjutan dari GGK yang mengakibatkan ketidakmampuan untuk mempertahankan keseimbangan substansi tubuh (akumulasi cairan dan produk sisa) dengan menggunakan penanganan konservatif. ESRD terjadi bila fungsi ginjal yang masih tersisa kurang dari 10% (Betz &Sowden 2004).

Penyebab GGK meliputi berbagai faktor yang kongenital,

1)     Penyakit glumerular (misalnya pielonefritis, glumerulonefritis, glumerulopati,

2)     Uropati obstruktif (misalnya refluks vesikouretral),

3)     Hipoplasia atau displasia ginjal,

4)     Gangguan ginjal yang diturunkan (misalnya penyakit ginjal polikistik, sindrom nefrotik kongenital, sindrom Alport),

5)     Neuropati vaskular (misalnya sindrom uremik-hemolitik, trombosis renal),

6)     Kerusakan atau kehilangan ginjal (misalnya trauma ginjal berat, tumor Wilms).

Menurut Mary Baradero, Mary Wilfrid Dayrit dan Yakobus Siswadi (2005), beberapa tahap perkembangan penyakit gagal ginjal kronik adalah penurunan cadangan ginjal, gagal ginjal, gagal ginjal lanjut, end-stage renal desease (ESRD).

Penatalaksanaan Medis

  • Hemodialisis (cuci darah)
  • Peritoneal dialisis
  • Pencangkokan(transplantasi) ginjal
  • Pengobatan tradisional















Filed in Uncategorized at 1:53 am

no comments